Jumat, 27 Januari 2012

Gombengsari Mantep !

Selasa tanggal 17 Januari 2012 , saya beserta teman-teman kelas 8 SMPN 1 Banyuwangi melaksanakan kegiatan homestay. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada kita untuk belajar hidup mandiri dan sederhana tanpa orang tua. Jadi , selama pelaksanaan homestay kali ini tidak diperbolehkan dikunjungi oleh orang tua. Kegiatan homestay ini dilaksanakan selama 3 hari 2 malam di 2 tempat yaitu Kelurahan Gombengsari dan Kelurahan Kemiren. Saya bersama Septa, Anis, Thanry yang tergabung dalam 1kelompok mendapat tempat di Kelurahan Gombengsari. Kami bersama kelompok yang lainnya pun berangkat ke tempat tujuan. Seluruh rombongan diturunkan di kantor Kelurahan Gombengsari. Untuk selanjutnya, kami dijemput oleh induk semang kami masing-masing.
Kami mendapat induk semang bernama Ibu Saimah dan Bapak Suriman. Untuk menuju ke rumah keluarga tersebut, butuh waktu yang panjang dan sungguh menguras tenaga. Kediaman ibu Saimah ini merupakan rumah paling akhir, paling ujung, yang ditempati oleh anak-anak homestay. Dalam perjalanan menuju rumah tersebut, jalan yang kita lalui sungguh memprihatinkan. Apalagi kali ini sedang musim hujan. Alhasil jalan yang kita lalui penuh dengan genangan air karena bercampur dengan jalan yang hanya tanah tersebut. Tapi saya dan teman-teman harus menerima kondisi tersebut. Seteah menempuh perjalanan untuk mencapai rumah ibu Saimah kurang lebih setengah jam, akhirnya kami pun sampai di rumah. Kami semua disambut dengan baik oleh keluarga ibu Saimah. Saya sempat kaget dan tidak percaya akan kondisi rumah yang seperti ini. Apa saya akan betah disini? Kami pun beristirahat sejenak untuk melepas penat serta lelah setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh. Tak berapa lama, saya mendengar seseorang sedang memasak sesuatu di dapur yang terletak di samping rumah tersebut. Ternyata ibu Saimah sedang memasak makanan untuk kam. Kami pun langsung membantu. Kegiatan yang sungguh saya suka adalah saat saya sedang menyalakan tungku api dari batu bata yang disusun secara rapi. Itu merupakan pengalaman pertama saya. Saya belum pernah melakukan itu sebelumnya dirumah. Biasanya di rumah memakai kompor gas. Lalu kami mendengar suara anak kecil yang memanggil ibu Saimah dari luar. Siapa anak kecil itu? Piker saya. Oh, ternyata dia Dimas. Dimas adalah anak yang di asuh oleh ibu Saimah. Dimas berumur 3 tahun. Dimas tinggal di rumah ibu Saimah selama ditinggal orang tuanya bekerja. Dimas terkejut karena kehadiran saya dan teman-teman. Ia Nampak belum bias beradaptasi dengan kami. Hari pertama ini kami akan memasak patai di goreng yang dicampur dengan tahu+tempe serta tahu dan tempe yang digoreng biasa. Sungguh lezat. Akhirnya kami selesai memasak. Tak lupa kami mengajak Dimas , ibu Saimah ,dan bapak Suriman untuk ikut serta makan hasil masakan kami.
Kegiatan yang paling mengesankan selanjutnya selain memasak yaitu saat saya sedang mengikuti pengajian rabu pagi di mushola. Pada saat itu hari rabu, hari ke-2 kami melaksanakan homestay. Saya pun kaget ketika setelah sholat shubuh kami di suruh oleh ibu Saimah untuk ikut ke mushola untuk mengikuti kegiatan pengajian. Kami pun segera bersiap untuk ke mushola yang jaraknya cukup jauh dengan rumah kami. Setelah sampai disana, kami segera masuk ke dalam mushola karena pengajian akan segera dimulai. Saya beruntung bias mendapat tempat didalam mushola. Tak berapa lama pengajian pun dimulai. Pengajian diawali dengan melaksanakan sholat dhuha berjamaah. Lalu dilanjutkan dengan ceramah yang disampaikan oleh pak ustad yaitu ustad Sahanudin dari daerah itu sendiri. Pak ustad mengatakan bahwa dalam menuntut ilmu, atau tidak hanya menuntut ilmu tetapi semua pekerjaan tersebut harus dilandasi dengan kesabaran dan ketulusan. Di dunia ini tidak hanay untuk mecari bekal untuk di dunia saja, semata – mata kita akan hidup terus di akhirat. Tetapi kita juga harus mencari bekal untuk kebahagian di akhirat nanti. Karena hidup yang paling kekal adalah di akhirat. Hanya sedikit memang yang disampaikan oleh pak ustadz, tetapi sangat berarti untuk saya dan teman-teman.
Demikianlah kisah yang saya alami selama saya melaksanakan homestay di rumah ibu Saimah di Kelurahan Gombengsari. Sepanjang perjalanan di rumahnya saya mengalami kegiatan yang sangat menyentuh di hati saya. Karena selama ini, saya belum pernah melihat atau mengalami dari keluarga saya. Untuk itu, saya bisa mengambil hikmah dari seluruh kegiatan yang ada di rumah ibu Saimah. Terutama masalah ekonomi, saya harus bisa hidup yang sederhana. Dan kerukunan satu dengan yang lain harus selalu terjaga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar